Profil Thomas Djiwandono dan Perjalanan Karier

Kenali profil Thomas Djiwandono, Deputi Gubernur Bank Indonesia yang memiliki rekam jejak panjang di sektor keuangan dan pemerintahan.

Penunjukan Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia membawa angin segar bagi kepemimpinan bank sentral di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis. Thomas resmi memegang mandat tersebut setelah melalui uji kelayakan di DPR RI dan mengucapkan sumpah jabatan pada Februari 2026. Transisi ini memperkuat jajaran pimpinan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengendalikan laju inflasi domestik.

Pergantian kepemimpinan ini memiliki arti penting bagi arah kebijakan moneter nasional ke depan. Bank Indonesia membutuhkan figur dengan kombinasi keahlian fiskal dan moneter yang solid untuk menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global. Kehadiran Thomas melengkapi formasi Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dipimpin oleh pejabat gubernur sementara Destry Damayanti.

Latar Belakang Keluarga

Thomas lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972 dari keluarga dengan rekam jejak kuat di bidang ekonomi negara. Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia pada periode 1993 hingga 1998.

Ibu Thomas merupakan kakak kandung dari Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, ia juga cucu dari M Margono Djojohadikusumo selaku pendiri Bank BNI 46.

Riwayat Pendidikan

Pendidikan awal Thomas ditempuh di SMP Kanisius, Menteng, Jakarta, sebelum melanjutkan studi ke luar negeri. Ia meraih gelar sarjana sejarah dari Haverford College, Pennsylvania, Amerika Serikat.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan pascasarjana di Johns Hopkins School of Advanced International Studies, Washington DC. Fokus studinya mencakup bidang hubungan internasional serta ekonomi internasional.

Perjalanan Karier Profesional

Langkah awal karier profesional Thomas justru bermula dari dunia jurnalistik sebagai wartawan magang. Ia pernah bekerja di Majalah Tempo serta Indonesia Business Weekly pada awal dekade 1990-an.

Ia kemudian beralih ke sektor keuangan internasional dengan menjadi analis di Whitlock NatWest Securities, Hong Kong. Pengalaman korporasinya berlanjut saat memimpin Arsari Group sebagai CEO hingga tahun 2024.

Masuk Lembaga Pemerintahan

Keterlibatannya dalam pemerintahan bermula saat ia dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan pada Juli 2024. Jabatan tersebut menempatkannya di pusat pengelolaan fiskal negara mendampingi Menteri Keuangan.

Menjelang penugasannya di lembaga bank sentral, ia memilih mundur dari kepengurusan partai politik per Desember 2025. Langkah ini diambil untuk menjaga profesionalisme serta menghindari potensi konflik kepentingan jabatan publik.

Jajaran Pimpinan Bank Indonesia

Dewan gubernur saat ini solid menjalankan mandat kebijakan moneter demi stabilitas ekonomi nasional. Berikut adalah daftar jajaran pimpinan bank sentral:

  • Destry Damayanti (Pejabat Gubernur Sementara)
  • Aida S. Budiman (Deputi Gubernur)
  • Filianingsih Hendarta (Deputi Gubernur)
  • Ricky Perdana Gozali (Deputi Gubernur)
  • Thomas Djiwandono (Deputi Gubernur)

Perpaduan pengalaman lintas sektor yang dimiliki Thomas diharapkan mampu memperkuat koordinasi kebijakan makroprudensial. Sinergi erat antara otoritas moneter dan fiskal tetap menjadi kunci utama penjagaan ketahanan ekonomi nasional.