Pengunduran diri Perry Warjiyo dari kursi Gubernur Bank Indonesia memicu perhatian publik terhadap profil Perry Warjiyo dan rekam jejak panjang pengabdiannya di bank sentral. Keputusan Presiden Prabowo Subianto menerima surat pengunduran diri tersebut menandai pergantian kepemimpinan moneter nasional di tengah dinamika ekonomi global.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan surat pengunduran diri tersebut telah diterima pihak istana pada Minggu (26/7/2026). Sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku, jabatan gubernur sementara diemban oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti.
Pendidikan dan Awal Karier
Perry Warjiyo lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada tanggal 25 Februari 1959. Ia merampungkan pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada pada tahun 1982.
Ia kemudian melanjutkan studi pascasarjana ke Iowa State University, Amerika Serikat. Di sana, ia meraih gelar master serta doktor di bidang ekonomi moneter dan internasional.
Perjalanan Karier Profesional
Perjalanan panjang Perry sebagai bankir sentral berlangsung selama lebih dari empat dekade penuh pencapaian. Pengalaman luas tersebut membekalinya dalam merumuskan berbagai kebijakan moneter utama bagi negara.
Berikut adalah rincian tonggak penting dalam perjalanan kariernya:
- Memulai pengabdian di Bank Indonesia pada tahun 1984 sebagai staf penyelamatan kredit.
- Menjabat Direktur Eksekutif International Monetary Fund mewakili South-East Asia Voting Group pada 2007.
- Diangkat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia untuk periode tahun 2013 hingga 2018.
- Dipercaya memimpin bank sentral sebagai Gubernur Bank Indonesia selama dua periode berturut-turut.
Tanggapan Resmi Pemerintah
Pemerintah memberikan pemberhentian secara hormat atas dedikasi Perry memimpin bank sentral selama hampir tujuh tahun. Negara menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusinya menjaga stabilitas perekonomian makro.
“Per kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri Gubernur BI kepada Bapak Presiden,” kata Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7).
Transisi kepemimpinan ini memastikan roda organisasi bank sentral tetap berjalan normal guna menjaga ketahanan nilai tukar rupiah serta stabilitas sistem keuangan nasional.
Baca juga: Breaking News! Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo Mundur