Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (FK PTKIN) tidak sekadar mengejar kesembuhan fisik pasien. Dokter lulusan UIN dituntut memiliki empati tinggi serta mampu mengintegrasikan ilmu medis, Al-Qur’an, dan nilai kemanusiaan saat bertugas.
Pesan ini disampaikan dalam Kuliah Perdana Konsorsium FK PTKIN Tahun Akademik 2026/2027 di Auditorium Prof. MK Tadjudin, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (1/9/2026). Acara tersebut dihadiri jajaran rektorat, dekanat, serta ratusan mahasiswa dari berbagai kampus keagamaan Islam negeri.
Dokter FK PTKIN diharapkan memiliki cara pandang luas dalam menyikapi berbagai persoalan sosial. Pendekatan medis yang berpadu dengan kepedulian sosial akan membuat layanan kesehatan terasa lebih humanis bagi warga.
Integrasi Al-Qur’an dan Empati Profesi
Pentingnya pemahaman ilmu agama bagi tenaga medis menjadi fondasi utama dalam melayani sesama. Kitab suci Al-Qur’an serta Hadis hendaknya dijadikan landasan moril untuk membangun kedekatan batin antara praktisi medis dan pasien.
Rasa kepedulian yang tulus dapat diasah jika dokter memperlakukan pasien layaknya anggota keluarga sendiri. Sikap tersebut diyakini mampu menghadirkan pelayanan medis yang jujur, hangat, dan penuh kasih sayang.
Mahasiswa kedokteran UIN juga diminta menempatkan Al-Qur’an sebagai sumber informasi utama, bukan sebatas alat konfirmasi atas temuan ilmiah. Akal manusia bertugas menemukan fakta medis, sedangkan wahyu memberikan legitimasi kebenaran moral atas temuan tersebut.
Dukungan Anggaran Kemenag untuk Kedokteran
Kementerian Agama berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap pembenahan serta penguatan fasilitas pendidikan kedokteran di kampus keagamaan. Skema pendanaan khusus disiapkan demi meningkatkan kualitas lulusan dokter berbasis nilai Islam.
Alokasi dana tersebut bakal dijadikan prioritas utama program kementerian selama lembaga kampus memenuhi seluruh kriteria dan regulasi resmi. Penguatan modal ini diharapkan mempercepat pemerataan fasilitas medis berbasis PTKIN.
Kombinasi antara keahlian sains, komunikasi agama, dan keringanan biaya pendidikan diharapkan mampu mencetak lulusan dokter handal. Para tenaga medis baru ini siap terjun ke lapangan guna memperkuat sistem kesehatan nasional.