181 Calon Mahasiswa Unhas Jalur SNBP 2026 Memilih Mundur Tidak Daftar Ulang

181 Calon Mahasiswa Unhas Jalur SNBP 2026 Memilih Mundur Tidak Daftar Ulang
181 Calon Mahasiswa Unhas Jalur SNBP 2026 Memilih Mundur Tidak Daftar Ulang

Sebanyak 181 calon maba jalur SNBP Unhas dinyatakan mundur karena tidak melakukan proses daftar ulang pada tahun akademik 2026. Meski demikian, Universitas Hasanuddin (Unhas) mencatat mayoritas peserta tetap melanjutkan proses registrasi. Total mahasiswa yang resmi mendaftar ulang setelah dinyatakan lulus seleksi jalur prestasi tersebut mencapai 3.308 orang dari total 3.489 peserta lulus.

Pihak rektorat terus berupaya menekan angka pembatalan ini. Keringanan biaya disiapkan agar hambatan finansial tidak menjadi alasan utama bagi siswa untuk melepas kursi perguruan tinggi mereka.

“Unhas berusaha semaksimal mungkin agar tidak ada calon mahasiswa yang batal mendaftar ulang karena alasan biaya tinggi,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof Muhammad Ruslin dalam keterangannya, Sabtu (27/6).

Tren Penurunan Jumlah Mahasiswa yang Mundur di Unhas

Data internal kampus menunjukkan tren positif dalam empat tahun terakhir. Grafik peserta yang melepas hak kelulusannya terus menyusut. Hal ini menunjukkan tingkat keterisian kursi yang semakin optimal di setiap program studi.

Berikut adalah rincian data peserta lulus SNBP di Universitas Hasanuddin yang memilih tidak melanjutkan studi:

  • Tahun 2023: Sebanyak 221 orang tidak melanjutkan (sekitar 8,78 persen) dari total 2.517 peserta lulus.
  • Tahun 2024: Sebanyak 202 orang tidak melanjutkan (sekitar 7,16 persen) dari total 2.822 peserta lulus.
  • Tahun 2025: Sebanyak 202 orang tidak melanjutkan (sekitar 6,43 persen) dari total 3.140 peserta lulus.
  • Tahun 2026: Sebanyak 181 orang tidak melanjutkan (sekitar 5,19 persen) dari total 3.489 peserta lulus.

Kebijakan Uang Kuliah Tunggal Menjadi Solusi Utama

Manajemen kampus menerapkan klasifikasi Uang Kuliah Tunggal (UKT) secara berkeadilan. Nilai nominal ditentukan berdasarkan kemampuan ekonomi riil dari keluarga tiap mahasiswa baru. Sistem ini membagi tarif kuliah ke dalam delapan kelompok yang berbeda.

Biaya terendah dimulai dari kelompok UKT-1 sebesar Rp500.000 untuk seluruh program studi. Sementara itu, nilai tertinggi pada kelompok UKT-8 berkisar antara Rp4.000.000 hingga Rp25.000.000 per semester tergantung pada program studi yang dipilih.

“Camaba juga diberikan kesempatan mengajukan banding, apabila merasa hasil verifikasi UKT belum sesuai dengan kondisi ekonominya. Ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menjaga keadilan dan keterjangkauan akses pendidikan tinggi,” jelas Ruslin.

Komitmen Inklusif dari Rektor Universitas Hasanuddin

Pihak panitia juga aktif mengirimkan pesan pengingat kepada seluruh peserta agar tidak melewati batas waktu registrasi. Jika calon mahasiswa menemui kendala teknis ataupun finansial, Unhas membuka ruang konsultasi khusus guna mencarikan jalan keluar terbaik.

Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa tidak boleh ada anak bangsa yang gagal kuliah di areanya hanya karena kendala dana. Pendidikan harus bisa diakses secara merata.

“Komitmen ini menjadi bagian dari upaya Unhas dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif, adil, dan berkelanjutan,” kata Jompa.

Penurunan angka calon maba jalur SNBP Unhas yang mundur ini diharapkan terus berlanjut pada musim seleksi tahun depan seiring dengan semakin responsifnya sistem pengondisian tarif kuliah dan layanan pengaduan mahasiswa.