Daerah Istimewa Yogyakarta kembali mengukuhkan posisinya sebagai kiblat pendidikan nasional lewat capaian akademis terbaru. Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), wilayah berjuluk Kota Pelajar ini resmi dinobatkan sebagai wilayah dengan kepadatan profesor tertinggi di Pulau Jawa. Keberadaan para guru besar ini menjadi indikator penting dalam menilai mutu serta kekuatan riset perguruan tinggi di sana.
Rasio sebaran guru besar di Yogyakarta sukses mengungguli provinsi besar lain seperti DKI Jakarta dan Jawa Timur. Fenomena ini menegaskan bahwa ekosistem pendidikan tinggi di Yogyakarta masih menjadi yang paling subur di tanah air.
Dominasi Rasio Akademisi di Kota Gudeg
Meskipun wilayahnya tidak seluas provinsi tetangga, efektivitas pencetakan guru besar di Yogyakarta tergolong sangat masif. Konsentrasi perguruan tinggi yang tinggi menjadi faktor utama pemicu lonjakan angka ini.
Berikut adalah rincian capaian akademis DI Yogyakarta:
- Kepadatan profesor mencapai 29,43 per 100.000 penduduk.
- Angka rasio tersebut melampaui capaian seluruh wilayah lain di Pulau Jawa.
- Jumlah absolut guru besar di provinsi ini tercatat sebanyak 1.113 orang.
Perbandingan Sebaran Guru Besar Antarprovinsi
DKI Jakarta membuntuti di posisi kedua sebagai magnet bagi tenaga pendidik tingkat tinggi. Sebagai pusat ekonomi, Jakarta disokong oleh kehadiran deretan kampus negeri dan swasta terkemuka. DKI Jakarta menorehkan rasio sebesar 12,53 profesor per 100.000 jiwa dengan kuantitas riil mencapai 1.338 orang.
Sementara itu, Jawa Timur menempati urutan ketiga dalam hal persentase kepadatan. Menariknya, Jawa Timur justru memimpin dari segi volume total guru besar terbanyak di Pulau Jawa.
Berikut rincian data untuk wilayah Jawa bagian tengah dan barat:
- Jawa Timur: Memiliki rasio 4,86 per 100.000 penduduk dengan total pemilik gelar mencapai 2.046 profesor.
- Jawa Tengah: Mengantongi 1.369 profesor dengan tingkat kepadatan sebesar 3,58 per 100.000 warga.
- Jawa Barat: Memiliki total 1.805 profesor dengan rasio kepadatan tipis di angka 3,56 per 100.000 jiwa.
- Banten: Berada di posisi juru kunci dengan kepemilikan 299 profesor serta rasio terendah yaitu 2,38 per 100.000 penduduk.
Kesenjangan Pusat Pendidikan Nasional
Secara akumulatif, total tenaga pendidik bergelar profesor yang aktif di Pulau Jawa menyentuh angka 7.971 jiwa. Angka statistik ini memperlihatkan bagaimana Jawa masih menjadi poros utama pendidikan tinggi di Indonesia.
Kendati demikian, jurang pemisah kuantitas akademisi antardaerah masih menjadi pekerjaan rumah yang nyata. Pemerintah perlu memberikan perhatian lebih agar akselerasi jumlah guru besar dapat terdistribusi secara merata di luar daerah yang padat kampus.
