Apa Itu Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) dan Manfaat bagi Sekolah

Pahami apa itu Sulingjar, instrumen evaluasi kualitas pembelajaran dari Kemendikbudristek untuk memetakan mutu pendidikan di sekolah.

Kementerian Pendidikan dasar dan menengah mengoptimalkan penggunaan instrumen evaluasi nasional untuk mengukur kualitas ekosistem pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Pemetaan mutu ini menjadi landasan penting bagi pemerintah pusat hingga daerah dalam merumuskan kebijakan peningkatan kualitas belajar mengajar.

Langkah ini diambil guna memastikan setiap satuan pendidikan mampu memberikan fasilitas yang aman, inklusif, dan berorientasi pada pencapaian akademik peserta didik.

Apa Itu Sulingjar?

Survei Lingkungan Belajar atau Sulingjar adalah alat ukur yang digunakan untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan satuan pendidikan. Informasi yang diperoleh dari instrumen ini berkaitan dengan faktor input serta proses pembelajaran yang memengaruhi hasil belajar murid.

Satuan pendidikan dinilai berkualitas apabila mampu memfasilitasi proses belajar melalui beberapa indikator utama:

  • Proses pembelajaran berkualitas tinggi di setiap ruang kelas.
  • Guru yang secara konsisten melakukan refleksi dan memperbaiki praktik pengajaran.
  • Kepala satuan pendidikan menerapkan visi dan program yang berfokus pada mutu.
  • Iklim satuan pendidikan yang aman, menghargai keragaman, serta inklusif.

Sembilan Dimensi Penilaian

Instrumen evaluasi Sulingjar ini mencakup sembilan dimensi utama yang diasumsikan berdampak langsung terhadap pencapaian dan hasil belajar murid di sekolah. Kerangka besar tersebut dirancang untuk menangkap potret kondisi satuan pendidikan secara menyeluruh dan komprehensif.

Dimensi utama yang diukur dalam instrumen ini meliputi:

  • Latar belakang sosial-ekonomi murid serta fasilitas belajar di rumah.
  • Kualitas pembelajaran di kelas yang mencakup manajemen dan interaksi.
  • Refleksi dan perbaikan pembelajaran secara mandiri oleh tenaga pengajar.
  • Kepemimpinan instruksional kepala satuan pendidikan dalam menyusun visi mutu.
  • Iklim keamanan sekolah yang bebas dari perundungan dan kekerasan.
  • Iklim kebinekaan yang menghargai keragaman agama dan sosial-budaya.
  • Iklim kesetaraan gender yang adil bagi seluruh warga sekolah.
  • Iklim inklusivitas bagi murid penyandang disabilitas serta anak cerdas istimewa.
  • Dukungan aktif orang tua dan murid terhadap program satuan pendidikan.

Manfaat Evaluasi Mutu

Hasil dari pengisian instrumen ini memberikan manfaat besar bagi berbagai pemangku kepentingan di sektor pendidikan. Pemerintah daerah dan kantor kementerian agama dapat memanfaatkan data tersebut sebagai bahan evaluasi kebijakan sistem pendidikan wilayah.

Sementara itu, kepala satuan pendidikan dan guru memperoleh potret utuh terkait mutu layanan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Seluruh rangkaian evaluasi ini bermuara pada peningkatan kualitas lulusan serta penciptaan lingkungan sekolah yang aman bagi peserta didik.

BACA JUGA: Cara Mengerjakan Sulingjar 2026