Menembus kancah akademik internasional membutuhkan kecakapan bahasa Inggris mumpuni. Bagi pengajar perguruan tinggi, memahami perbedaan TOEFL dan TOEP sangat mendasar sebelum mengambil standardisasi uji kompetensi resmi.
Secara umum, TOEFL digunakan untuk keperluan global seperti beasiswa luar negeri dan rekrutmen BUMN. Sementara itu, TOEP dirancang khusus bagi ranah akademik nasional, terutama sebagai syarat administrasi sertifikasi dosen (Serdos).
Apa itu TOEP Resmi dari PLTI
Berdasarkan keterangan dari situs plti.co.id, “TOEP merupakan tes kemahiran bahasa Inggris dalam konteks akademik.” Instrumen evaluasi ini dirancang khusus untuk mengukur kemampuan bahasa pengajar secara spesifik.
Pusat Layanan Tes Indonesia (PLTI) bertindak sebagai lembaga resmi penyelenggara ujian nasional tersebut. Keberhasilan meraih skor ideal menjadi salah satu syarat pemenuhan portofolio profesional para pengajar.
Apa itu TOEFL?
Di sisi lain, Test of English As a Foreign Language atau TOEFL memiliki jangkauan pengakuan internasional yang luas. Hasil evaluasi ini kerap menjadi dokumen prasyarat utama untuk mendaftar ke berbagai korporasi multinasional dan universitas mancanegara.
Validitas sertifikat ini berlaku selama 2 tahun sejak tanggal penerbitan dokumen resmi. Hal tersebut menuntut para peserta untuk cermat dalam mengatur jadwal pelaksanaan tes agar tepat guna dengan rencana karir ke depan.
Perbedaan TOEFL dan TOEP dalam Aspek Komponen Ujian
Variasi mendasar antara kedua jenis tes ini terlihat jelas pada jumlah sesi komponen uji yang harus diselesaikan oleh peserta. Ujian TOEP diselenggarakan secara daring dengan durasi pengerjaan berkisar antara 105 hingga 110 menit.
Komponen uji di dalam TOEP hanya mencakup dua kompetensi utama, yaitu:
- Listening (45–50 menit): Sesi ini menguji kemampuan menyimak informasi lisan dalam bahasa Inggris.
- Reading (60 menit): Sesi ini berfokus pada pemahaman komprehensif terhadap teks tertulis.
Sebaliknya, pengujian TOEFL menawarkan struktur yang lebih menyeluruh dengan tiga pilihan format pengerjaan yang berbeda di beberapa kota seperti Jakarta dan Bandung. Berikut adalah rincian format yang dapat dipilih oleh peserta:
- Internet Based Test (iBT): Berbasis internet dengan biaya sekitar Rp2.4 juta, meliputi sesi Reading, Listening, Speaking, dan Writing dengan skor maksimal 120 poin.
- Computer Based Test (CBT): Dikerjakan langsung melalui perangkat komputer dengan materi Listening, Reading, Structure, serta Writing dengan rentang skor 30 hingga 300.
- Paper Based Test (PBT): Metode tertulis menggunakan media lembar kertas tradisional yang menguji Listening, Structure and Written Expression, Reading Comprehension, dan Writing dengan batas skor antara 310 sampai 667.
Penilaian dan Skala Skor Evaluasi
Sistem penilaian juga menjadi pembeda yang signifikan bagi kedua instrumen pengukur kemampuan bahasa ini. Skala penilaian untuk TOEP bergerak dalam angka yang cukup ringkas, yakni mulai dari skor 0 hingga nilai tertinggi 100.
Sementara itu, TOEFL menerapkan akumulasi nilai yang jauh lebih kompleks dan bervariasi tergantung format yang diambil peserta. Sebagai contoh, pada format tertulis klasik, batas minimal yang sering diterapkan oleh instansi BUMN adalah skor 500.
Mana yang Lebih Bagus?
Pilih Sesuai Orientasi Karir saja paling mudah!
Menentukan pilihan di antara kedua jenis ujian ini harus didasarkan sepenuhnya pada kebutuhan mendesak masing-masing individu. Penggemar studi lanjut ke luar negeri atau pelamar kerja skala global disarankan untuk memprioritaskan sertifikasi TOEFL.
Namun, bagi insan edukasi yang fokus mengejar tunjangan profesi domestik, keikutsertaan dalam TOEP menjadi jalur wajib. Persiapan matang sejak dini akan membantu menekan beban administrasi di tengah padatnya aktivitas pengajaran.
Ke depan, penguasaan salah satu atau kedua standardisasi bahasa ini diprediksi akan terus menjadi instrumen penentu kualitas sumber daya manusia di era globalisasi. Kesadaran untuk mengambil sertifikasi ini sejak awal akan mempermudah akselerasi karir akademik maupun profesional kita di masa mendatang.
Rekap Perbedaan TOEFL dan TOEP
| Aspek Perbedaan | TOEFL | TOEP |
| Penyelenggara & Konteks | Skala Internasional / Global | PLTI / Konteks Akademik Nasional |
| Fungsi Utama | Beasiswa luar negeri, rekrutmen BUMN, karir global | Syarat sertifikasi dosen (Serdos) |
| Komponen Tes | 4 Sesi (Reading, Listening, Speaking, Writing / Structure) | 2 Sesi (Listening dan Reading) |
| Format Ujian | iBT (Internet), CBT (Komputer), PBT (Kertas) | Daring (Online) via platform resmi PLTI |
| Rentang Skor | Bervariasi (0–120 iBT, 30–300 CBT, 310–667 PBT) | Skala 0 sampai 100 |
| Masa Berlaku Sertifikat | 2 Tahun sejak tanggal kelulusan | Terikat pada regulasi Serdos nasional |