200 Kosa Kata Bahasa Indonesia Yang Jarang Diketahui

Kosa Kata Bahasa Indonesia Yang Jarang Diketahui
Kosa Kata Bahasa Indonesia Yang Jarang Diketahui

biologi-uinjkt.id – Bahasa Indonesia memiliki kekayaan leksikal yang sangat luas. Hingga saat ini, terdapat 118 ribu entri dalam KBBI, termasuk berbagai kosa kata bahasa Indonesia yang jarang diketahui oleh masyarakat umum, meskipun telah terdaftar secara resmi.

Jumlah tersebut bersifat dinamis dan terus mengalami pembaruan setiap tahun. Perubahan ini mencakup penambahan entri baru, penghapusan, hingga pergeseran makna kata sesuai perkembangan zaman.

Dinamika dan Kekayaan Linguistik

Masyarakat cenderung hanya menggunakan istilah umum dalam percakapan sehari-hari. Padahal, penggunaan istilah unik dapat meningkatkan kualitas narasi serta nilai sastra dalam berbagai bentuk karya tulis.

Menggunakan istilah yang tidak lazim merupakan langkah tepat untuk menjaga eksistensi bahasa. Upaya ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap kekayaan linguistik Nusantara yang kerap terlupakan.

Berikut adalah cara efektif untuk memperkaya perbendaharaan diksi:

  • Rutin mengakses laman KBBI daring guna menemukan istilah yang belum dikenal.
  • Meningkatkan intensitas membaca karya sastra klasik maupun kontemporer.
  • Menerapkan istilah unik dalam penulisan kreatif atau komunikasi formal.

Berikut adalah daftar 200 kosa kata bahasa Indonesia yang jarang diketahui, puitis, atau bersifat arkais (kuno) beserta artinya berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Daftar ini diatur dalam tabel-tabel terstruktur agar mudah dibaca dan dipahami.

Bagian 1: Kosa Kata 1 – 40

No.KataArti (Berdasarkan KBBI)
1AdiwarnaIndah sekali; bagus sekali.
2AdicitaIdeologi; gagasan utama.
3AdisatwaHewan yang unggul atau utama.
4AkasTangkas; lincah; cekatan.
5AmertaAbadi; tidak mati; kekal.
6AnalaApi.
7AnilaAngin.
8AnityaTidak kekal; fana.
9ApsariBidadari.
10ArunHarum; wangi.
11AshaHarapan.
12AsmaralokaDunia atau alam cinta kasih.
13AswatamaNama pohon suci.
14AtmaJiwa; roh.
15AtmajiAnak laki-laki.
16AtmawinataKerabat atau keluarga dekat.
17ArupadhatuAlam tidak berwujud atau tidak berbentuk.
18BagaskaraMatahari.
19BahariKuno; lama; dahulu kala (makna klasik).
20BaskaraMatahari.
21BaswaraBersinar; bercahaya.
22BasauKeras dan garing (tentang nasi yang kurang air).
23BenoaBenua (bentuk arkais).
24BerongsangMarah-marah karena dongkol.
25BianglalaPelangi.
26BinarCahaya sinaran.
27BuanaDunia; bumi.
28BumantaraLangit; angkasa.
29BungahSenang hati; gembira sekali.
30BuraSembur; pancar.
31BurasPercakapan; kabar burung; perbincangan biasa.
32CalakPandai berbicara; atau elok/bagus.
33CandalaRendah diri; merasa dirinya hina/nista.
34CandraBulan.
35CandramawaHitam bercampur putih (tentang warna bulu kucing).
36CenayangDukun yang dapat berhubungan dengan roh.
37CenthiniKitab kuno Jawa berisi berbagai ilmu pengetahuan.
38CetaJelas; nyata.
39CikaSakit perut mendadak (mulas hebat).
40CitralokaCatatan sejarah dunia.

Bagian 2: Kosa Kata 41 – 80

No.KataArti (Berdasarkan KBBI)
41CuakTakut; gemetar; cemas.
42DahayuCantik; molek; anggun.
43DaraniBumi; tanah.
44DarasMembaca Al-Quran secara berulang-ulang untuk kelancaran.
45DarmabaktiPengabdian yang tulus.
46DawatTinta untuk menulis.
47DayakaPemberi; penderma.
48DendangNyanyian gembira saat bekerja bersama.
49DeranaTabah dan tahan menderita.
50DersikDesir angin.
51DigdayaSakti; tidak terkalahkan.
52DirgantaraAngkasa; langit luas.
53DirgahayuBerumur panjang (biasanya untuk negara).
54DonaGadis manis.
55DuksinaArah selatan.
56DurjanaKejahatan; orang yang jahat.
57DwiwarnaDua warna (sebutan khusus bendera Indonesia).
58EkaSatu.
59EkamatraSatu dimensi.
60EkaprasetiaJanji tunggal yang teguh.
61ElanSemangat yang meluap-luap.
62EwakoUngkapan penyemangat atau berani (dari Makassar).
63EvokasiPenggugah rasa atau daya bayang.
64FanaRusak; tidak kekal; binasa.
65GaharuKayu harum bernilai tinggi dari pohon tertentu.
66GanaPasukan; kelompok; himpunan.
67GatitaJam; ukuran waktu.
68GemalaMustika yang bercahaya dan berkekuatan gaib.
69GeriyaRumah tinggal pendeta Hindu.
70GitaLagu; nyanyian.
71GrahitaPerasaan; persepsi; daya tangkap batin.
72GrahanaGerhana (bentuk sastra lama).
73GualKuno; kolot.
74GumintangBintang-bintang; kumpulan bintang di langit.
75GumukBukit pasir kecil.
76GurindamPuisi lama dua baris yang berisi nasihat.
77GurilapBerkilau-kilau; gemerlap.
78HarsaKegembiraan; kebahagiaan.
79HattaLalu; maka; setelah itu (kata penghubung klasik).
80HirapHilang; lenyap.

Bagian 3: Kosa Kata 81 – 120

No.KataArti (Berdasarkan KBBI)
81HumaLadang padi di tanah kering atau perbukitan.
82IndurasmiSinar bulan.
83InjatLompat.
84InisiasiUpacara atau proses penerimaan anggota baru.
85IsbatPenetapan; penentuan kebenaran sesuatu.
86JanardanaPenolong umat manusia.
87JamanikaTirai; tabir panggung.
88JatmikaSopan santun; tertib; tenang.
89JauhariAhli permata; orang yang bijaksana.
90JayantiBunga jaya; lambang kemenangan.
91JenggalaHutan; rimba.
92JerauMerah tua.
93JuitaManis; cantik rupawan (tentang kekasih).
94JumantaraLangit; awan; cakrawala.
95KaisanTanah longsor.
96KancanaEmas.
97KandilPelita; lampu; obor.
98KamalaTeratai.
99KampanaGetaran; gerakan yang sangat cepat.
100KanakaEmas.
101KarsaKehendak; niat tulus; keinginan.
102KartikaBintang.
103KasmalaNoda; cacat; kotoran batin.
104KatgaPedang pendek.
105KencanaEmas.
106KenisbianganRelativitas; hal yang tidak mutlak.
107KinarSinar; cahaya terang.
108KiranaSinar cantik; elok memesona.
109KiwariMasa kini; kontemporer.
110KlandestinSecara rahasia atau diam-diam.
111KridatamaKerja bakti; tindakan nyata yang besar.
112KulawangsaKeluarga; klan.
113KumalaBatu permata yang bercahaya indah.
114KundangAnak yang selalu dimanjakan.
115KuratorPengelola museum, galeri, atau pameran seni.
116LaksmiCantik; berseri; dewi keindahan.
117LanaAbadi; kekal; atau serat kelapa.
118LazuardiPermata biru tua; warna biru langit yang cerah.
119LembayungWarna merah bercampur ungu.
120LilaRela; ikhlas.

Bagian 4: Kosa Kata 121 – 160

No.KataArti (Berdasarkan KBBI)
121LirSeperti; bak; bagaikan.
122LokanantaGamelan pusaka di alam dewa-dewa.
123MahardikaBerbudi luhur; berilmu tinggi; merdeka.
124MahajanaOrang besar; tokoh terhormat.
125MalaNoda; cacat; penderitaan; kesialan.
126ManggalaPanglima; pemimpin; pembuka upacara.
127MangkubumiPerdana menteri; penguasa bumi.
128ManikamBatu permata; intan berharga.
129MarcapadaDunia fana; bumi tempat manusia hidup.
130MingserBergeser sedikit; mundur perlahan.
131MerjanKarang merah dari bawah laut untuk perhiasan.
132MestikaBatu permata sakti yang berharga; mustika.
133MuditaPerasaan simpati atas kebahagiaan orang lain.
134NalaJantung hati; pikiran; atau sirip dada ikan.
135NayanikaMata yang indah dan memikat.
136NiraksaraButa huruf; tidak bisa membaca.
137NirbitaPemberani; tidak memiliki rasa takut.
138NirmalaTanpa cacat; bersih; suci murni.
139NirwanaSurga; tempat kedamaian abadi.
140NisbiRelatif; tergantung pada sudut pandang.
141NiskalaAbstrak; tidak berwujud nyata.
142NityaAbadi; kekal; terus-menerus.
143OnslatPemberhentian dari pekerjaan (pemecatan).
144PacakAhli; mahir; cekatan dalam pekerjaan.
145PadmaBunga teratai merah.
146PadmariniIndah dan suci seperti teratai.
147PancaronaBermacam-macam warna; penuh warna.
148PariwarnaBerwarna-warni indah.
149ParsaKelompok; golongan; fraksi.
150PasebanTempat menghadap raja; balai sidang istana.

Bagian 5: Kosa Kata 161 – 200

No.KataArti (Berdasarkan KBBI)
151PawanaAngin.
152PerbawaPengaruh besar; wibawa yang memancar.
153PerihalaKeadaan; situasi; perihal.
154PilonPura-pura tidak tahu; berpura-pura bodoh.
155PradanaUtama; pertama; yang paling penting.
156PraharaBadai; angin ribut; kekacauan besar.
157PratamaPaling unggul; pertama.
158PriyayiGolongan bangsawan atau pegawai tinggi.
159PualamBatu marmer yang indah mengilat.
160PuspitaBunga yang sedang mekar dengan indahnya.
161RanaMedan perang; atau duka nestapa.
162RedumMendung; agak gelap (tentang cuaca).
163RenjanaRasa hati yang kuat (rindu, cinta, gairah).
164ResitalPertunjukan musik oleh seorang musisi tunggal.
165RiungBerkumpul bersama-sama.
166RizomaBatang menjalar di bawah tanah (rimpang).
167SabasHebat; bagus sekali (ungkapan pujian kuno).
168SadrahBerserah diri secara total; pasrah.
169SahityaSolidaritas; kerukunan; kebersamaan.
170SandyakalaCahaya merah di langit saat matahari terbenam.
171Sangkan paranAsal mula dan tujuan akhir kehidupan.
172SasanaWadah; tempat latihan; gelanggang.
173SaujanaSejauh mata memandang.
174SawalaDebat; bantahan; diskusi sengit.
175SelaksaSepuluh ribu; atau jumlah yang amat banyak.
176SemburatPancaran cahaya yang merebak indah.
177SempenaBerkah; tuah; makna tersembunyi yang baik.
178SenandikaBicara dengan diri sendiri dalam hati.
179SintasMampu bertahan hidup dari kepunahan.
180SuraDewa; pahlawan; orang yang berani.
181SwakarsaKeinginan atau kehendak sendiri tanpa paksaan.
182SwaraSuara; bunyi nada.
183TadaburMerenungkan dan memikirkan dengan mendalam.
184TanTanpa; tidak ada.
185TarasInti kayu yang sangat keras.
186TasmakKacamata (bahasa klasik/arkais).
187TawangLangit; angkasa luas yang kosong.
188TejaSemburat cahaya merah di langit setelah magrib.
189TitiJembatan kecil; atau berarti sangat teliti.
190TrengginasLincah; cekatan; aktif bergerak.
191TyasHati; kalbu; perasaan terdalam.
192UdayaKebangkitan; saat terbit.
193UfukGaris cakrawala tempat langit dan bumi bertemu.
194UndagiTenaga ahli; arsitek bangunan tradisional.
195WastuArsitektur; bangunan nyata; berwujud.
196WulanBulan (bentuk sastra/puitis).
197WantahAlami; apa adanya; murni.
198Welas asihCinta kasih yang mendalam.
199WidyaPengetahuan; ilmu.
200YudaPerang; pertempuran.

Pengayaan diksi bukan sekadar tren, melainkan bentuk pelestarian budaya. Dengan menguasai berbagai istilah unik, setiap individu berkontribusi dalam menjaga martabat bahasa Indonesia di tengah arus modernisasi global.